latest articles

MARAH ITU CINTA

Oleh:   Mansur_Z Zabarjud

Dalam jiwa manusia terdapat banyak sekali organ tubuh. Organ-organ tubuh dalam  manusia mempunyai  peranan atau tugas sendiri-sendiri dalam kerjanya. Ada otak untuk berfikir , mata untuk melihat, telinga untuk mendengar dan masih banyak lagi yang lain. Salah satunya adalah hati, hati merupakan tempat dimana seseorang bisa merasakan susah, senang, sakit atau bahagia.
Dari hal itu wajar dan sangat manusiawi jika seseorang ingin dicintai dan mencintai. Ungkapan rasa cinta seseorangpun berbeda-beda dan bermacam-macam pula. Ada yang memeluk, ada yang mencium, ada yang memberi dan masih ada yang lain lagi. Tapi jarang terpikirkan oleh mayoritas manusia, ternyata, marah atau galak itu juga merupakan ungkapan rasa cinta. coba perhatikan sketsa di bawah ini.
Disuatu ketika, terjadi hujan yang lebat dan petir yang menyambar-nyambar. Disitu ada anak yang sedang hujan-hujanan dan bermain di halaman rumah. Ibunya yang melihat kejadian itu, seketika lansung marah-marah bahkan sampai membawakan alat pukul. Dengan harapan, sang anak mau masuk rumah.
Dihari yang berbeda dengan cuaca yang sama, sang ibu melihat anak tetangganya bermain dan hujan-hujanan di jalanan, sang ibu seketika langsung menghampiri anak tersebut, dengan sedikit marah seraya barkata “Kono bali ndak seneni makmu!!!!”.
Dihari yan berbeda dengan cuaca yang lebih buruk. Sang ibu yang sedang duduk santai di dalam rumah, dari balik jendela melihat seorang anak yang tidak dikenal sedang bermain dan hujan-hujanan pula. Sang ibu yang melihat kejadian itu hanya terbengong tanpa ada marah sambil berkata dalam hati “Itu anaknya siapa tho, cuaca buruk kayak gini kok nggak ada yang ngopeni????”.
Dari tiga contoh di atas, coba bandingkan !. terlihat, bahwa marahnya seorang ibu kepada anaknya sendiri lebih besar dari pada marahnya pada anak tetangganya. Dan juga terlihat bahwa marahnya seorang ibu terhadap anak tetangganya lebih besar dari pada marahnya pada seorang anak yang tidak dikenal. Bisa ditarik kesimpulan semakin besar marah seseorang berarti semakin besar pula rasa cinta yang ia berikan.
Dari semua contoh di atas dapat disimpulakan ”semakin galak seseorang terhadap kita berarti semakin besar pula rasa sayang terhadap kita”.
   So  :  jika kang Mansur suka dan sering marah dan galak terhadap orang yang baca artikel ini, maka semakin besar pula rasa sayang dan cinta yang kang Mansur berikan kepada sampean semua.
  Tapi perlu diingat, bahwa tidak semua marah itu menunjukan rasa cinta tapi itu ungkapan rasa benci. Biasanya marah yang seperti ini adalan marah yang hanya dilandasi hawa dan nafsu, tanpa dilandasi dengan akal yang jernih .
Read more

اليد العليا خير من اليد السفلى

Oleh: Kang Abied Al- Abnaf El_Nico 1 Dhe        
 Alkisah pada zaman dahulu ada salah seorang rojul yang hidupnya selalu bergantung pada orang lain, bahkan semua itu ia jadikan  ‘’ profesi ’’ pada dirinya, tak jauh yaitu menjadi seorang ‘’pengemis’’, katanya lebih enak jadi pengemis, Cuma modal wajah melas, pakaian compang-camping dan kaleng bekas uangpun tiba dengan sendirinya. Singkat cerita pada suatu ketika rosulullah sedang berjalan’’ di sebuah pasar,  tiba’’ melihat sosok pengemis tersebut. Tak lama kemudian rosululloh mendekatinya dan menyapa ‘’ hai rojul kenapa kamu jadi pengemis apa gak ada kerjaan lain yang lebih halal? Ia menjawab aku ini orang miskin ga’ punya apa’’ yang aku punya hanya sebuah tikar yang sudah robek ( tidak layak pakai )yang mana tiap harinya selalu aku buat tidur dan selimut. Kemudian aku juga mempunyai sebuah mangkok kecil yang selalu aku buat makan, minum, dan juga mandi. Kemudian pada esok harinya rosulullah berkunjung kerumah orang tsb untuk melihat kondisi rumah,anak, dan juga istrinya ternyata benar apa yang telah dikatakan orang tsb dia seorang miskin, singkat cerita rosulullah menyuruh orang tsb untuk membawa kedua barang ( tikar dan mangkok )kerumah rosulullah. Lalu rosulullah menjual kedua barang itukepada orang’’ mukmin sekitar dengan cara di lelang. ‘’ siapa yang mau membelibarang ini  ‘’ tiba’’ada salah seorang yang mau denga harga 1 dirham, rosulullh menawarkan kembali, ‘’ siapa yang berani membeli lebih mahal ’’ akhirnya ada yang mau membeli dengan harga 2 dirham – terjualah barang tsb, kemudian rosulullah memberikanya dan berkata ,  ‘’yang 1 dirham kamu buat untuk menafkahi anak dan juga istrimu, sedangkan yang satunya kamu buat beli alat pemahat kayu katakanlah pecok dalam bahasa jawanya. Setelah ia membeli pecok tsb rosulullah menyuruh untuk membawa kerumahnya untuk diperbaikiagar bisa dipergunakan. Setelah selesai kemudian  rosulullah menyuruh  orang tsb untuk pergi kesebuah hutan untuk mencari kayu bakar dan rosulullah sempat bilang janganlah kembali kesini sebelum 15 hari, hari demi hari ia lalui, lelah tak jadi hambatan, kayu bakar yang selama ini ia cari sudah terkumpul lumayan banyak, tanpa fikir panjang lebar akhirnya ia langsung menjualnya, dan terjual seharga 10 dirham. Kemudian pada esok harinya uang tsb digunakan untuk membeli pakaian dan yang sebagian ia buat untuk menfkahi anak dan juga istrinya. Setelah 15 hari ia lalui kemudian ia berkunjung kembali kerumah rosulullahuntuk menceritakan semuanya.  Kemudian rosulullah berkata ‘’ kalau kayak gitu  mau  bekerja  keras sendiri itukan lebih baik dari pada harus menjual harga dirimu cuman jadi pengemis ‘’akhirnya ia menyadari semua itu dan iapun telah  menemukan jalan hidup yang terbaik…
“ HIKMAH “
Kita biasa hidup mandiri jangan banyak bergantung dengan orang lain, apalagi toma’ ( mengharap pemberian orang ) lebih” kita sebagai santri harus bisa merealisasikan  kehidupan kita sebaik mungkin gunakan waktu kita sebaik mungkin jangan sampai kita buat anggur”an gak mau bekerja sendiri.
Hidup harus punya tujuan, kita harus bisa bermain dengan dunia jangan samp[ai dunia yang mempermainkan kita, tujuan hidup pastinya tak lepas adanya perjuangan contoh kita sebagai santri harus senang namanya ngaji ngaji dan ngaji karen itu semua tujuan awal kita sebagai santri. Aku yakin aku pasti bisa istiqomah semua keinginan dan harapan kita akan menanti di hadapan mata. Tentukan saja, nasib hidup ada di tangan kamu kita tinggal pilih. Karena didunia ini hanya ada 2 kemungkinan kalau gak bejo pasti ciloko, kalau gak untung pasti rugi, kalau gak kaya pasti miskin itu semua pasti kita ngalamin hal semacam itu kalau gak pastinya anak dan cucu” kita.
Kita harus bisa menjaga harta dan martabat kita jangan sampai harga diri kita di jual hanya untuk meminta-minta                                  ( jadi pengemis )
 Jangan pernah meremehkan pekerjaan sekecil apapun, kalau perkara kecil kita buat  “ profesional” maka otomatis perkara besar akan menunggu, begitu pula sebaliknya. “ aku hidup untukmu aku mati tanpamu”
Read more

TANPA JUDUL

Oleh: Mbah Khasan 13 Dhe
Budi adalah anak kecil yang berbeda dari anak-anak seumurnya, untuk makan saja ia harus menjual kayu bakar yang sudah dicarinya di tengah hutan berantara, untuk mandi ia harus berjalan kaki 7 KM dari rumahnya menuju sungai. karena tak punya kamar mandi. Al-hasil budi satu minggu mandi sekali bahkan sampai dua minggu. Budi kecil adalah bocah yang cerdas, teman-temenya berangkat sekolah Budi berangkat ANGON WEDOS, sehingga Budipun menjadi bahan ejekan setiap pagi, tapi bagi Budi sekolah tanpa cita-cita dan menyengsarakan orang tua hanyalah membuang uang, sia-sia, tak berguna. Budi adalah anak tunggal dari keluarga miskin, ia hanya hidup dengan emaknya yang sudah tua, ayahnya sudah meninggal saat ia masih berusia dua tahun, diusianya yang genap sepulah tahun ia baru merasakan betapa pentingnya ilmu, tapi bagaimana mungkin ia bersekolah?? Sementara emaknya tidak punya apa-apa, untuk makan saja sulitnya minta ampun, LA WONG mandi pakai sabun saja satu tahun sekali itu saja pas hari raya.
Dengan keadaan yang serba kekurangan, Budi tidak sedikitpun kehilangan semangatnya untuk belajar, karena ia ingin menjadi orang yang bisa menggoncangkan dunia. Sering kali ia diajak emaknya untuk mengikuti pengajian desa setiap malam ahad, salah satu ilmu yang ia dapat ialah beramal (melakukan apa saja, tanpa ilmu ditolak tak diterima) sejak itulah ia bertekad untuk mendapatkan ilmu dunia (dengan bersekolah) dan ilmu akhgirat (dengan ke pesantren). Akhirnya ia setiap malam mengaji di pesantren samping desanya, biar tidak terlalu banyak mengeluarkan biaya, setiap pagi untuk pulang untuk angon wedos. Ia masih kebingungan memikirkan bagaimana agar bisa membaca, menulis, dan berhitung, mau sekolah aja nggak bisa, lalu ia minta diajarin emaknya, eh ternyata emaknya buta huruf dan berhitungpun emaknya nggak bisa, paling-paling diajak ngitung sapu lidi buatan emaknya sebagai pekerjaan sehari-hari.
Sekarang Budi menemukan titik terang, berkat kakinya yang jarang tersentuh air, idenyapun muncul, kaki akan digunakan sebagai buku sementara minta sapu lidi kepada emaknya untuk menulis di kakinya. Iapun mengikuti sekolah lewat jendela sekolahan, sekaligus ANGON WEDOS.
Mau tahu cerita selanjutnya…..???? hubungi mbah Khasan 13 Dhe
Cerita ini hanyalah fiktif belaka, untuk persamaan nama dan tokoh maupun tempat itu hanyalah unsur ketidak sengajaan .
Read more

LAILA MAJNUN

Laila Majnun sebuah karya seni novel yang tercetak lebih dari 10.000 eksemplar, karya sastra dari dunia islam selama lebih dari seribu tahun, beragam bentuk penyajian dalam novel ini dalam bentuk prosa puisi dan syair.
Nizami salah satu penulis novel Laila Majnun yang terkenal, penyair dari persia yang di tugaskan oleh sang penguasa kaukasia, shirvanshah 1188 masehi, selesai kurang dari 4 bulan dan sekitar 8000 baris syair yang di tulisnya.
Qais bin Al-Mulawwah sebagai penyair yang gila akan Laila sang pujaan hati, karakter penyair yang selalu membuat syair untuk Sang Laila, syair demi syair di lafalkannya dengan indah dan di sukai banyak orang. Hari demi hari sang Qais yang selalu mendambakan Laila merindu tak henti-hentinya.
Berjalan ke sana kemari tanpa tujuan tanpa tahu siapa dirinya keluarganya, hanya berlantunkan syair dan laila yang ada di benaknya. Sang Qais bersyair:
 Kau penyebab sekaratku berkepanjangan,
Tetapi hasratku padamu membuat kau kumaafkan.
kaulah matahari semntara aku bintang malam,
cahayamu menyurutkan kerlipku yang kelam.
nyala lilin iri padamu.
bunga mawar merekah dalam namamu.
terpisah darimu? Tidak akan pernah!
cinta dan kesetiaanku hanya untukmu. Aku bersumpah!
walau tersiksa, aku akan menjadi sasaran cambukmu,
ketika mati, aku adalah darah yang mengalir dalam nadimu.
Tak kenal diri sendiri hanya Laila Laila dan Laila itulah Qais yang majnun, terdampar di alam yang antah berantah, hanya berpakaian angin malam berselimut hawa dingin yang mencekam, berkawan dengan hewan , dan hidup dengan syair dan kenangan laila. Tak berdaya dan tersiksa dengan cintanya sendiri.
Sampailah pada akhir hayat Laila dengan sakit berkepanjangan, perpisahan yang tragis sedih dan menyiksa Qais sang majnun. Meronta menangis tak tentu, Sang Laila yang di rindu tak pernah kembali tak pernah terlihat senyumnya lagi, hanya batu bisan yang terdampar di pandangan Qais sang majnun. Dan tak lama Sang majnun menyusul Sang laila dalam kematian.
 “sepasang kekasih terbaring dalam kesunyian, disandingkan di dalam rahim gelap kematian. Sejati dalam cinta, setia dalam penantian, satu hati, satu jiwa di dalam surga keabadian”
Itulah gambaran penyair Qais sang majnun yang sangat mencintai Laila sampai-sampai Qais lupa dengan dirinya sendiri.
Novel ini ada yang mengatakan gambaran seorang penyair yang telah sampai pada tingkat tertinggi. Menghilangkan egonya dan sampai ke tingkatan peniadaan diri. Sampai tingkatan hanya pemujaan kepada sang pencipta.
Cinta sebuah ,misteri yang tak terpecahkan oleh logis atau ilmiah, tapi hanya hati yang murni dapat mengerti arti cinta (kepada saudara sanak keluarga dan orang yang tercinta maupun sang pencipta). Cinta manusia kepada manusia, manusia kepada makhluk hidup, mnusia kepada sang pencipta.

 “Only man can know the pain of having something he does not need, while needing something he does not have……”
Read more

OW, JUBULE KOE TO !

Oleh : Kang Miftah
Pagi itu, suasana cerah mewarnai Kampoeng Kebun Kopi Banaran, Bawen dan Sekitarnya. Terlihat masyarakat begitu antusias mengawali pagi harinya. Beberapa remaja dan pelajar muda mudi sibuk mempersiapkan diri berangkat sekolah. Sebut saja Dol, salah satu murid kelas XII IPS berangkat lebih awal dari hari biasanya. Maklum saja, ia tak ingin ketinggalan kegiatan rutin tiap hari Senin. Ia tak ingin, Alpha menghiasi kertas absen mingguannya.
Siswa kelas XII IPS SMK DIPONEGORO SALATIGA itu memang selalu disiplin dalam segala hal, termasuk juga pendidikan. Pada Mapel Akuntansi, ia mendapatkan nilai baik diantara teman temannya. Namun, Aidar, teman sebangkunya tak kalah hebat. Ia selalu bersaing di dalam ulangannya. Berlomba lomba untuk menjadi yang terbaik. Jadi, maklum saja jika Bu Umi salah satu gurunya memberi acungan jempol.
Setelah pengumuman UN yang dilaksanakan satu bulan yang lalu dibacakan, mereka berdua lulus dan alhasil menjadi teladan di sekolah itu, berbagai beasiswa mengalir di antara keduanya, salah satu universitas gajah mada (UGM), yang memberikan beasiswa biaya studi, sehingga mempermudahkan bagi dia untuk meneruskan jenjang berikutnya.
Sore itu suasana mendung, Karis, nina, dol, dan teman-temanya berkumpul di teras rumahnya Aidar. Mereka asyik bercengkrama, bercerita tentang beberapa hal. Dengan ditemani kopi hangat, sepiring pisang goreng dan satu bungkus rokok apache, Karis membuka percakapan itu:
Karis:” ora nyongko yo awake dewe west lulus”Nina:” he.ech igt….!!!!!”Dol:” sekolah telung tahun rasane sediluk thok….”Aidar:” hla sesok meh doh neroske nandi qie…?”(sembari mengambil sebatang apache di depan mejanya)Dol:” aku meh neruske neng UGM wingi kae. Kesempatan egt. West entok beasiswa nak ora di jipok eman-eman. Hla kwe meh nerosake nendi Na, Nina. Jare meh rabi ? he…..heheheheh” (bercanda).Nina:” huuuuusy…..ora yow. Aku durung meh arep rabi, ngawur ae.”  (Sambil menggrutu) “aku meh melu pakde Basuki nek BALI, omahe pakdekukan cedak karo wisata kono opooo maneh, pakdeku dadi juragan jagung gitu looooch.” (gayanya dengan sedikit lebay).Aidar:” wah penak kwie, hla kwe meh nandi Ris ?”KARIS:” AKU MEH MELU Nina wae menowo dadi mantune hha….ha….ha….”(jawabnya bercanda) “ora-ora aku meh neroske maneh tapi rahasia. Seng pasti orak nek pesantren soale wonge kuno-kuno thow”Nina:” he.ech……wonge mancen kuno-kuno. Aidar:…………………@&^/^#&*/&^?!Dol:” waduch meh doh lungow dewe-dewe qie critane?.Karis:” yo ngonow kae. Mugo-mugo wae iki dadi kenangan seng rak terlupakan….yuk yak”All:” yooooook……….”(jawabnya serentak) Tawa mereka menambah suasana menambah lebih hangat. Hingga mewarnai hari itu menjadi semakin ramai mataharipun mulai menyembunyikan sinarnya dan tak sadar kalau hujan deras barusan telah reda, menyisakan tetesan air hujan dipohon depan rumahnya. Singkat cerita lima bulanpun berlalu. Nina telah ikut keluarga pak Basuki di Bali. Keceriaan itu melekat pada gadis muda 19 thn berkulit putih, tinggi sekitar 175cm dengan rambut sebatas bahu ia begitu betah dengan fasilitas yang begitu memadai. Begitu juga dengan Dol yang akhirnya meneruskan ke UGM di sana ia menjadi ketua organisasi di sebuah forum. Hal itu, tidak lain karena kepribadianya yang disiplin yang di tanamkan sejak kecil. Namun, berbeda dengan Aidar. Ia masuk kedunia pesantren (waooow) ya, benar. Setelah pilihan dan niatnya yang bulat untuk masuk pesantren salafy ia ingin membuktikan pada teman-temanya bahwa santri itu tidak kuno yang hanya dipandang dari sarung dan pecis miring thok. Santri harus bisa lebih unggul dari yang lainya.  Ia berangkat ke pesantren untuk menimba ilmu di sana ia bergaul dengan para santri yang terdahulu, sehingga cukup untuk pelbagi pengalaman di sana. Ia juga belajar bagaimana supaya bisa hidup mandiri. Santri juga dituntut untuk hidup kreatif karena di pesantren tidak ada hal yang seketika. Semua butuh kreatifitas dan proses dengan jangka yang lama, disamping semua itu yang diwajibkan ialah mentaati apa yang didawuhkan oleh Yai yang tidak lain hanya untuk khidmad dan mengharap berkah. Sebelas tahun telah berlalu ia telah menyelesaikan jenjang pendidikan di sana ia menjadi santri yang dituakan oleh yang lainnya, setelah lumayan lama di sana ia di izinkan Yainya untuk boyong alias menjadi alumni. Namun, ia harus melaksanakn kewajiban-kewajiban sebagai alumni. Sore itu matahari menampakkan cahaya kekuning-kuningan bertanda hari mulai petang orang-orang mulai pulang dari ruang kerjanya. Tak ketinggalan pula Aidar yang lebih dari sepuluh bulan setelah pulang dari pesantren. Tapi ia belum mendapatkan pekerjaan yang mapan. Benar kata orang tua. Mencari pekerjaan memang sulit, tapi tetap berusaha keras untuk mendapatkan pekerjaan yang layak. Ia tak ingin membebani orang tuanya yang sudah tua berbagai pekerjaan telah ia coba. Mulai dari kuli bangunan, tukang gorengan hingga menjadi pelayan di sebuah restauran namun gaji dari pekerjaan itu belum cukup untuk memenuhi kebutuhanya. Ia ingat akan dawuh Yainya, santri harus kreatif bekerja dan tidak menggantungkan orang lain. Akhirnya ia mancoba membuat makanan ringan, mie instan lewat tangan kreatifnya. Hal itu dilakukan setelah menikah dengan gadis dari desa tetangga dengan dukungan dari sang istrinya tercinta ia mulai menekuni usahanya itu. Sedikit demi sedikit ia sudah membuahkan hasil. Ia terus menggali kreasinya itu sehinnga kurang dari satu tahun ia mampu membeli jupiter MX. Kurang dari tiga tahun ia mampu membeli sebidang tanah di daerah jogjakarta dan mendirikan bangunan di situ sebagai ruang kerjanya ia juga memperkerjakan tetangga dan orang-orang sekitar supaya/ untuk mengurangi jumlah pengangguran dengan upah atau gaji yang sesuai.  Waktu terus berputar, bulan berganti bulan, tahun berganti tahun. Pekerjaan yang ia tekuni akhirnya membuahkan hasil. Ia memiliki cabang usaha mie instant di berbagai daerah, bahkan sudah sampai di luar kota rasa syukurpun selalu mengiringinya mungkin itu adalah berkah selama ia menjadi santri. Suatu hari ia pergi berlibur ke jepara bersama istri dan kedua anaknya yang memang saat itu sedang libur sekolah. Ia pergi untuk berwisata. Memasuki makan siang ia mampir kesebuah warung makan pak KEMPLENG. Hidanganpun sudah sampai di depan mejanya. BERSAMBUNG…..Next to be continue Pengen tau kisah selanjutnya ??? Ikutin Terus Buletin Khamisan Bersama ZABARJUD ….!!!!!!
Read more

ANTARA HIDUP DAN MATI

Ole 8 dhe – X 2h : Bhenue ievan aveiro
  Al kisah, suatu hari ada seorang pegawai pulang dari kantornya yang bertempat di  Bandungan. Sebut saja dia si  CJ berumur sekitar 36 tahun, tentunya umur yang sudah tidak muda lagi baginya. Saat dia pulang dari tempat kerjanya sekitar jam 21.00 WIB dia melewati jalan pintas karena dia ingin segera sampai di rumah. Pada saat dia melewati jalan yang sepi dan kata penduduk sekitar bahwa jalan itu sangat angker dia melihat dari kejauhan sosok putih yang berdiri di tengah jalan. Tapi, dia tidak berfikir negative karena dia terburu-buru. Saat dia benar-benar dekat dengan sosok putih itu dia tiba-tiba langsung berhenti tepat di depan sosok putih itu. Dan ternyata sosok putih itu tak lain sesosok pocong yang berdiri di tengah jalan. Dia pun bingung antara mau maju atau mundur. “ kalau saya maju di depan saya ada pocong, tapi bila saya mundur dan putar balik pasti saya mati “. Kebetulan saat berhenti,dia tepat pada jalan tanjakan dan jalan itu hanya muat untuk satu mobil saja. Dia pun tanpa bosa-basi langsung turun dari mobil dan mendekati pocong itu. Pocong yang kain morinya sudah rusak dan bau busuk yang menyengat itu langsung dia angkat menuju tepi jalan dengan perasaan yang takut dan merinding. Setelah mengangkat pocong itu ke tepi jalan dia langsung berlari menuju mobilnya dan langsung menancap gas untuk segera pergi. Saat sampai di rumah dia seperti orang linglung (hilang ingatan) dan badannya bau busuk yang menyengat hidung.
 Kisah di atas adalah kisah nyata yang terjadi di dusun  Pasean Ambarawa yang baru-baru ini menjadi perbincangan banyak orang di sekitar daerah tersebut. Dari kisah di atas kita bias mengambil hikmah bahwa  ANTARA HIDUP DAN MATI itu berada di tangan ALLAH SWT dan semua yang ada di dunia ini milikNYA. Walaupun mahluk halus ataupun manusia biasa di hadapan ALLAH tetap sama.
 “ janganlah takut dengan kegagalan, karena dengan kegagalan kita bisa mendapatkan jalan untuk menuju keberhasilan dan ingatlah masa lalumu untuk masa depanmu”
Read more

للرفع و النصب و جرنا صلح # كاعرف بنا فإننا نلنا المنح

Oleh : Kakang Loetpie 13D
Disetiap tingkatan kelas di pondok salaf pasti mempunyai hafalan wajib, yang biasanya hafalan dari fan ilmu nahwu, seperti di tingkat ula wajib menghafal Tamrinatul Athfal, di tingkat wustho Al jurumiyah dan di tingkat Ulya dengan Alfiyah Ibnu Malik, untuk Alfiyah Ibnu Malik ini bagi tentu telah mengenalnya, karena hafalan yang satu ini menjadi hafalan pokok bagi santri di tingkat Ulya di hampir seluruh Pesantren salaf manapun. Selain itu juga karena kitab yang satu ini terkenal sulit untuk ditaklukkan, selain karena jumlahnya yang banyak, yakni 1000 lebih, sehingga membutuhkan tingkat keistiqomahan yang tinggi untuk menghafalkannya, juga karena memang membutuhkan pemahaman yang agak tinggi guna memahami kitab yang satu ini. Karena hal tersebut, sehingga Kitab ini diletakkan sebagai hafalan wajib untuk tingkatan kelas tertinggi yakni Ulya. Namun dari hal di atas tak jarang justru banyak santri yang termotivasi untuk menaklukannya, karena justru menjadi sebuah tantangan.
Dalam setiap hafalan wajib, santri pastinya memiliki beberapa bait favorit, yang bukan hanya dimaknai secara tersurat dalam kontek ilmu nahwu atau sorof, namun juga dimaknai secara tersirat dalam kontek kehidupan. Kiranya seperti itulah yang dicontohkan oleh Syikhuna Simbah Kholil, dari Bangkalan, Madura. Alkisah beliau sering menghukumi permasalahan yang diajukan kepanya, dengan menggunakan rujukan dari Alfiyah Ibnu Malik ini.
Maka, kali ini penulis mencoba memaknai salah satu bait dalam Alfiyah Ibnu Malik, bukan Cuma secara tersurat, namun juga secara tersurat, dan bait tersebut terdapat dalam bab an nakiroh wa al ma’rifat,  (النكرة و المعرفة)tepatnya bait nomor 58, yang berbunyi :
 للرفع و النصب و جرنا صلح  كاعرف بنا فإننا نلنا المنح
Secara tersurat, bait ini bermakna : “ Dzomirna(نا)merupakan dzomir yang istimewa, karena bisa menempati makhal rafa, nasob dan jer, tampa kehilangan sifat kemuttasilan dan dilalahnya. Seperti contoh yang disebutkan dalam bait kedua,
 اعرف بنا (جير) فإننا (نصب) نلن المنح (رفع)
Dzomir hum  (هم)sebenarnya juga bisa bertempat dalam tiga irob di atas, rofa, nasob dan jer, namun tidak bisa untuk tetap menempati sifat kemuttasilannya, contoh:  لهم , إنهم (متصل), هم قائمون (منفصل)
Begitupun juga Dzomir yaa, (يا)namun untuk dzomir ini tidak bisa tetap dalam menunjukkan dilalahnya contoh:
 لي, اني (تكلم) اضربي (خطاب)
Kiranya seperti itulah keistimewaan Dzomir Naa tersebut secara makna tersurat dalam kontek ilmu nahwu, kemudian makna tersirat dua bait di atas, menurut versi penulis ialah “ tentang bagaimana kita mampu menjadi seperti Dzomir Naa, tersebut dalam artian kita harus tetap solih, walaupun dalam keadaan apapun, entah itu sedang luang (di wujudkan sebagai I’rob rafa’), sedang (nasob), dan kekurangan (jer), setelah itu barulah kita bisa dikatakan sebagai seorang yang memperoleh anugrah (اعرف بنا فإننا نلنا المنح).
Bila kita hubungkan dengan kita sebagai santri, maka pemaknaan tersiratpun tidak jauh seperti yang telah disebutkan, yakni kita sebagai santri harus mampu tetap hidup ala santri walaupun dalam kondisi apapun, dimanapun dan kapanpun, kita menjaga kemutasilan (loyalitas) kita terhadap Pesantren, dan tetap menjaga dilalah (jatidiri) kita sebagai santri, sekali lagi barulah kita termasuk orang – orang yang mendapat anugrah, dan kita mampu menjadi santri “ fi al dunya hatta al akhirot”.
Tentunya sepenggal bait ini bisa kita anatomikan dalam berbagai bidang kehidupan, yaa silahkan bagi pembaca untuk mengembangkannya sendiri. Maka kiranya apa yang penulis sampaikan semoga mampu menginspirasi para pembaca, sehingga mampu memunculkan sebuah pemaknaan baru dari apa yang telah kita pelajari, karena sesungguhnya apa yang kita pelajari begitu sangatlah luas.
Kiranya, hanya satu yang menjadi harapan penulis, yakni penulis semoga mampu untuk menjadi seperti apa yang ia tulis. Dan mewujud sebagai santri “ fi al dunya hatta al akhirot”.
“JANGAN BIARKAN APA YANG ADA DALAM OTAKMU MEMBUSUK DAN TIDAK BERGUNA, UNGKAPKANLAH DAN TULISLAH”
Read more

SEMANGAT MENEMBUS LANGIT

OLEH: Kang  okki _8 che
Gelombang kehidupan masa kini sangat bising dengan berlomba-lombanya orang berburu harta. Yang tak lain mayoritas para pemain didalamnya adalah orang elit metropolitan yang cuwek akan statusnya sebagai insan beragama dengan segala sifat keserakahannya. Sedang golongan minoritas dihuni oleh kaum pinggiran yang hanya duduk sebagai penonton saja. Hingga kadang timbul anggapan “ Yang Kaya Semakin Berkuasa, Yang Melarat Semakin Sekarat”.
Namun Jika tendensi kita adalah insan yang patuh akan perintah Tuhan-Nya(Allah), andai kita diposisikan sebagai penonton(kaum pinggiran) maka tak perlu cemas dan bersedih. Islam mengajarkan bahwa keutamaan itu bukan hanya semata-mata karena nilai material. Namun dalam islam keutamaan itu karena ilmu dan amal yang mungkin pernah disinggung oleh penulis(kang oki) dengan coretan-coretan penanya dalam edisi buletin yang pernah diterbitkan.
Maka dari itu bersemangatlah wahai para pencari ilmu dalam melakoni penggemblengan yang akan penuh dengan sejuta cobaan dan ujian. Dalam hal ini khususnya kang-kang pondok dan mbak-mbak pondok (santri) yang sedang mengangsu ilmu dalam dunia pesantren. Jangan sampai tersugesti dengan gemerlap cahaya hitam dunia yang mensutradarai kalian semua untuk ber-akting sebagai aktris pemeran antagonis. Hingga pada akhirnya bibit yang sedang berada dalam masa pertumbuhan dan perawatan untuk penantian panen, malah menjadi hama yang merusak.
Lebih detailnya jangan sampai boyong jika belum saatnya hanya karena iming-iming duniawiyah saja. Disini maka harus dipupuk rasa semangat yang besar untuk mengarungi derasnya ombak yang mengombang-ambingkan kita dalam perjalanan kita menuju keutamaan. Jika seseorang telah dikaruniai semangat besar, maka dia akan berjalan diatas keutamaan, dan menaiki tangga derajat yang tinggi. Semangat adalah pusat penggerak, dan yang mengawasi organ-organ tubuh dalam kinerjanya.
Semangat merupakan bahan bakar jiwa dan kekuatan yang berkobar-kobar, yang akan menggerakan para pemiliknya untuk melompat cukup tinggi, dan memburu nilai-nilai kemuliaan. Semangat yang besar akan mendatangkan kebaikan yang tak terhingga, tentunya dengan ijin Allah. Karena dengan begitu Anda bisa naik tangga kesempurnaan. Urat nadi Anda akan teraliri darah ksatria, dan terdorong ke wilayah ilmu yang menjadi objek dalam penggemblengan di pesantren. Dengan menghiasi diri dengan semangat yang besar, maka semua perbuatan yang tak berharga akan tersingkirkan.
Dan dengannya pula, pohon yang menghasilkan kehinaan dan kerendahan bahkan akan tercabut sampai ke akar-akar dengan sendirinya. Seseorang dengan semangat besar dan tegar, tidak pernah gentar menghadapi keadaan bagaimanapun. Sedangkan orang yang kehilangan semangat akan mudah gentar, dan ibarat dengan lontaran argumentasi lemah saja, mulutnya sudah terkunci diam seribu bahasa.
Dan satu hal yang mungkin bisa menjadi acuan dari coretan-coretan penulis untuk mengapresiasikan dalam selembar kertas yaitu perkataan yang tak asing bagi telinga sntri-santri yaitu
 من جد و جد
Read more

MADE IN INDONESIA

OLEH :Kang Ma’ruf 08 Che
Ketika perang antara Serbia dan Kroasia, kota Sarajevo pusat pertahanan Kroasia diserbu oleh pasukan Serbia dan pasukan perdamaian. Termasuk didalamnya adalah Indonesia. Jendral Njeilneck (komandan perang Kroasia) memerintahkan mengeluarkan meriam penangkis serangan udara.
Tiba-tiba pesawat F-16 milik Amerika melintas, peaswat itu hancur tertembak meriam tersebut. Kemudian pesawat Miracle Perancis pun melintas kemudian tertembak dan jatuh juga.Tiba-tiba pesawat CN-237 IND melintas, sang jendral hanya memandanginya. Seorang pasukan bertanya “ Jendral, mengapa pesawat itu tidak diperintah untuk ditembak?” Jenderal menjawab “ Itukan pesawat buatan Indonesia ( Made In Indonesia), jadi tidak perlu ditembak nanti juga jatuh sendiri”.
 AKIBAT MUTUNG NGAJI
Dahulu kala, ada seorang santri yang pernah mondok didaerah Cirebon. Namun dia boyong ketika pelajaran fiqihnya sampai pada tata cara haji. Dirumah dia berubah menjadi kyaiyang cukup dikenal dan dihormati meskipun ilmunya masih dipertanyakan.
Dia kemudian diberangkatkan haji dengan seorang alim teamnya dulu mondok. Ketika dia melempar jumroh, batunyakembali lagi dan mengenai dahinya sampai 7 kali lemparan. Dia bingung, tiba-tiba terdengar suara “ Sesama syetan dilarang saling melempar”. Itu akibat sok-sokan pinter.
 INTEL CERDAS
Pada tahun 1984, Mesir menemukan mumi fir’aun. Kemudian Mesir mengadakan perlombaan untuk mengetahui usia mumi tersebut. Banyak negara yang ikut, termasuk Indonesia dengan mengirimkan intelnya. Tiba hari pertama perlombaan, Jerman mendapat giliran pertama.
Dengan alat canggih sekalipun tetap gagal. Kini giliran Amerika Serikat, mereka memberi jawaban 3422 tahun, ternyata salah. Prancis pun memberi jawaban sekitar tahun tersebut juga. Kini giliran Indonesia. Dengan gagah sang intel masuk dan berkata “ Boleh saya memeriksa di ruangan tertutup?”. Panitia “ boleh silahkan”.
 Setelah 15 menit sang intel keluar, dia menjawab 5566 tahun lebih 3 hari lebih 6 jam. Dan jawabannya sangat tepat, tapi bagaimana mungkin Indonesia bisa melakukannya. Setelah ditanya sang Intel menjawab “ Dia tadi saya introgasi dan tidak mau jawab, karena tidak mau jawab lantas saya gebukin saja dan ngaku akhirnya”.
Read more

MAULANA MALIK IBRAHIM

Oleh: Fauzi 2dhe

Sunan Gresik atau Maulana Malik Ibrahim adalah nama salah seseorang wali songo, yang dianggap yang pertama kali menyebarkan agama islam di tanah jawa. Asal keturunan tidak terdapat bukti sejarah yang meyakinkan mengenai asal keturunan beliau, meskipun pada umumnya disepakati bahwa ia bukanlah orang jawa asli. Sebutan syekh Maghribi yang diberikan masyarakat kepadanya, kemungkinan menisbatkan asal keturunanya dari wilayah Arab Maghib di Afrika utara.
Terdapat beberapa versi mengenai mengenai silsilah Maulana Malik Ibrohim. Ia pada umumnya dianggap merupakan keturunan Rosulullah SAW, melalui jalur keturunan Husain bin Ali, Ali  Zainal Abidin, Muhammad Al-Baqir, Ja’far Ash-Shodiq, Ali Al-Uraidhi, Muhammad Al-Naqib, Isa Ar-Rumi, Ahmad Al-Muhajir, Ubaidullah, Alwi Awwal, Muhammad Sahibussaumiah, Alwi Ats-tsani, Ali Khali’qasam, Muhammad Shahib Mirbath, Alwi Ammi Al-Faqih, Abdul Malik       (ahmad khan), Abdullah (Al-Azhamat) Khan, Ahmad Syah Jalal, Jamaludin Akbar Al-Husaini (Maulana Akbar), dan Maulana Malik Ibrahim, yang berarti ia adalah keturunan orang hadrami yang berhijrah.
 Penyebaran agama
Maulana Malik Ibrahim dianggap termasuk salah seorang yang pertama-tama menyebarkan agama islam di tanah jawa, dan merupakan wali senior diantara para wali songo lainya. Beberapa versi babad menyatakan bahwa kedatanganya disertai beberapa orang. Daerah yang ditujunya pertama kali  ialah desa sembalo, sekarang adalah daerah leran, kecamatan manyar, yaitu 9 kilometer ke arah utara kota gresik. Lalu ia mulai menyiarkan agama islam tanah jawa bagian timur, dengan mendirikan masjid pertama di desa Pasucinan, Manyar.
Pertama-tama yang dilakukanya ialah mendekati masyarakat melalui pergaulan. Budi bahasa yang ramah-tamah senantiasa diperlihatkannya di dalam pergaulan sehari-hari. Ia tidak menentang secara tajam agama dan kepercayaan hidup dari  penduduk asli, melainkan hanya memperlihatkan keindahan dan kebaikan yang dibawa oleh agama islam. Berkat keramah-tamahannya, banyak masyarakat yan tertarik masuk ke dalam  agama islam. Sebagaimana yang dilakukan para wali awal lainnya, aktivitas pertama yang dilakukan maulana malik Ibrahim ialah berdagang. Ia berdagang di tempat pelabuhan terbuka, yang sekarang dinamakan desa Roomo, Manyar. Perdagangan membuatnya dapat berinteraksi dengan masyarakat banyak, selain itu raja dan bangsawan dapat pula ikut serta dalam kegiatan perdagangan tersebut sebagai pelaku jual-beli, pemilik kapal atau pemodal.
Setelah cukup mapan di masyarakat, Maulana Malik Ibrahim kemudian melakukan kunjungan ke ibu kota Majapahit di Trowulan. Raja majapahit meskipun tidak masuk  islam tetapi menerimanya dengan baik, bahkan memberikanya sebidang tanah di pinggiran kota gresik. Wilayah itu yang sekarang di kenal denagn nama desa Gapura. Cerita rakyat tersebut diduga mengandung unsur-unsur kebenaran. Dikatakan bahwa Syeh Maulana Malik Ibrahim atau Sunan Gresik berasal dari Persia. Syeh Maulana Malik Ibrahim dan Maulana  Ishaq disebutkan sebagai anak dari Syeh Maulana Ahmad Jumadil Qubro, Syeh Maulana Ishaq disebutkan menjadi ulama terkenal di Samudera Pasai, sekaligus ayah dari Raden Paku atau Sunan Giri. Syeh Jumadil Qubro dan kedua anaknya bersama-sama datang ke pulau Jawa. Setelah itu mereka berpisah, Syekh Jumadil Qubro tetap di Jawa, Syekh Maulan Malik Ibrahim ke Champa, Vietnam selatan, dan adiknya Syekh Maulana Ishaq mengislamkan Samudera Pasai.
Read more

FILOSOFI HAROKAT DALAM I’ROB FAN NAHWU

Oleh: Gesit Budi Argo
Dalam ilmu nahwu “Dzommah” adalah salahsatu tanda dari tanda-tanda rafa’ secara lafdhiah kata dzommah berarti bersatu, sedang kata rafa’ berarti tinggi.maksudnya bila kita dapat bersatu dengan sesama dapat menjaga kesatuan dan persatuan, dapat mempererat tali ukhuwah islamiyah sesama mahluk Allah, bukan tidak mungkin kita akan menjadi umat yang tinggi (Rafa’), berderajat, umat yang terhormat, diantara bangsa – bangsa dan umat lain. Hal ini sesuai dengan firman Allah Swt. :
‘’ Bersatulah  kalian pada tali (agama), Allah, dan janganlah kalian berpecah belah.” (Ali Imram : 103).
Sementara untuk mendapatkan derajat yang tinggi, harus memenuhi syarat, diantaranya adalah iman dan taqwa. Sebagaimana firman Allah Swt.
“ Janganlah kalian merasa hina dan sedih, padahal kamu tinggi jika kamu beriman.” (Ali Imron : 139)
Kesimpulan dari dzommah adalah ‘’BERSATU KITA TERHORMAT, BERPECAH BELAH ADALAH KERENDAHAN.”
Tanda kasroh dalam ilmu nahwu adalah salah satu tanda I’rob khofadh, secara harfiah kasroh bermakna pecah ataupun perpecahan. Sedangkan kata khofadh bermakna kerendahan atau kehinaan. Dengan demikian suatu umat akan mengalami kerendahan dan kehinaan . apabila mereka melakukan perpecahan, tidak bersatu dan tidak berukhuwah wajar saja bila para musuh melahap dengan lahapnya kekayaan kaum muslim disebabkan karene mereka tidak mau bersatu dan tidak mau menjaga persatuan, bagaikan serigala menyantap daging segar. Sungguh mengawatirkan…………!!!!!! Kita semua sebagai mahluk Allah yang muslim, islam, nahdhatul ulama’ , marilah kita berusaha untuk mempersatukan agama islam.
Agama suci sungguh allah akan mencabut rasa takut dari musuh-musuh kalian kepada kalian dan allah akan mencampakkan dalam diri kalian penyakit al-wahan. Sahabat berkata, apa penyakit al-wahan itu? Rasul menjawab;” cinta dunia dan takut mati.” Hal inilah yang diisaratkan oleh al-sonhaji bahwa penyebab segala isim (nama) menjadi mahfud( rendah dan hina ) adalah karena tunduk dan ikut-ikutkan terhadap huruf  khofad ( faktor kerendahan ). Atau dalam istilah nahwu lain isim menjadi majrul ( objek yang terseret-seret/ mengikuti arus ) karena disebabkan mengikuti huruf jer (faktor yang menyeret) karena itu, hendaknya umat islam selalu menjadi ikan hidup di tengah samudra. Meakipun air samudra terasa asin namun sang ikan hidup tetap tarasa tawar. Sebaliknya, jika umat ini bagaikan ikan mati, maka ia dapat        diperbuat apa saja sesuai keinginan orang lain, bila diberi garam ia akan menjadi ikan asin dan seterusnya.
BERUSAHALAH MAKA JALAN AKAN TERBUKA
Dalam kaidah ilmu nahwu, diantara tanda nasob adalah fatthah. Secara lafdziah, kata nasob bermakna bekerja dan berpayah-payah, sedang kata fathah bermakna terbuka. Dalam hal ini maka mereka yang mau bekerja dan berupaya serta berpayah-payah (nasob) dalam usaha, maka mereka akan mendapatka jalan yang terbuka (fathah). Sesulit apapun problem yang dihadapi, jika berusaha dan berpayah-payah untuk mengatasinya maka, Insya Allah akan menemukan jalan keluarnya.
KEPASTIAN AKAN MENIMBULKAN RASA TENANG
Jazm, identik dengan sukun bermkna ketenangan. Secara lafzdiah jazm bermakna kepastian, dan sukun bermakna ketenangan. Ini berarti bahwa kepastian (jazm) akan melahirkan ketenangan (sukun). Orang yang tidak mendapatkan kepastian daam suatu urusan biasanya akan merasakan kegelisahan. Sebagai contoh seorang remaja yang ingin melamar seorang gadis kemudian tidak tidak punya kepastian maka ia akan mengalami kegelisahan, demikian juga yang hidupnya sendiri ia tidak akan mendapatkan ketenangan. Oleh karena itu Allah SWT mengisyaratkan kita agar mempunyai teman pendamping dalam hidup ini agar mendapatkan ketenanagan. firmanNya yang artinya:
“Dan diantara tanda-tanda kekuasaan Allah adalah ia menjadikan bagimu pasangan dari jenismu (manusia) agar kalian merasa tentram kepadanya”.
(Q.S Ar Rum: 21)   
Read more

AT-TAUHID

OLEH : luvky cRL_u
Setiap manusia, dengan menyadari kejadianya tentu mempunyai pengertian bahwa di dunia ada Dzat yang  Maha Esa yang mengaturnya, dan yang menciptakan seluruh isi yang berada di alam semesta ini.
Dzat yang Maha Kuasa itu bukanlah merupakan benda / jisim, tidaklah sesuatu yang melekat, tidak dapat dibatasi, dan tidak membutuhkan tempat. Tidak bisa ditemukan kecuali hanya dengan segala bekas-bekas ciptaaNYA yang benar-benar nyata.
Dengan melihat ciptaanya tentu saja sudah tidak menjadi keheranan antar manusia untuk dapat petunjuk, dengan menyadari apa yang sudah terjadi. Example : adanya tapak kaki kuda itu menunjukan bahwa ada kuda dan bekas telapak kaki di dalam adanya perjalanan. Maka langit yang mempunyai taburan bintang-bintang yang indah, dan bumi yang yang mempunyai beberapa jalan lalu-lintas mengapa dan betapa tidak hal tersebut menunjukan adanya Dzat yang Maha Mengatur lagi maha segalanya.Betul tidak…????
Dalam hal ini memang sangat sulit sekali untuk difahami, banyak sekali manusia tidak memikirkan tentang ciptaan-ciptaan Allah SWT, sebenarnya pada lembaran-lembaran kitab suci Al-qur’an  sudah sangat banyak dalil-dalil dan ayat yang cukup untuk menunujukan adanya ALLAH. Terkadang ada salah satu insan berkata : kalau tauhid itu merupakan suatu titah(kejadian semula) maka para manusia tentu tidak berbeda aqidah dan kepercayaannya dan tidak akan berbeda pula tuhan mereka. Tapi mengapa mereka mempunyai pendapat yang beraneka macam sehingga hampir tidak ada kesamaan dalam menentukan Tuhan mereka?
Tentang masalah ini akan saya jelaskan kepada anda bahwa timbulnya sangkaan seperti itu adalah karena watak manusia itu biasanya cenderung berpegang dengan kenyataan yang ditangkap dengan indra, dan mengingkari hal-hal yang tak ada gambaran dalam hatinya serta tak ada batasan yang membatasi. Diantara contoh dari masalah ini ialah apa yang dikisahkan oleh  Allah SWT. Tentang keadaan kaum ahli kitab yang ingkar; sebagaimana disebutkan dalam firmanNya
Artinya: "Ahli kitab meminta kepadamu agar kamu menurunkan kepada mereka sebuah kitab dari langit. Maka sesungguhnya mereka telah meminta kepada Musa yang lebih besar dari itu. Mereka berkata: “Perlihatkanlah Allah kepada kami dengan nyata”. Maka mereka disambar petir karena kedholimannya , dan mereka menyembah anak sapi, sesudah datang kepada mereka bukti-bukti yang nyata, lalu Kami ma’afkan (mereka ) dari demikian. Dan telah Kami berikan kepada Musa keterangan yang nyata”. ( Q.S Annisa’ : 153 )
Yang jelas bahwa sesuatu itu tak benar diingkari kecuali bila menurut dalil yang pasti telah menetapkan tidak adanya. Adapun adanya akal-fikiran itu tidak dapat menemukan kebenaran dan tidak mampu mengetahui secara menyeluruh, maka sungguh mengherankan bila orang yang berakal sehat menggunakan hal itu sebagai dalil meniadakan sesuatu.
 Yang lebih menherankan lagi yaitu kebanyakan orang yang menyamai ahli ilmu dalam abad sekarang ini, mereka berpegang dengan pendapat yang mengherankan pula, padahal demikian itu adalah merupakan tanda-tanda kebodohan dan ketololan.
Read more

SANTRI MASA DEPAN SURAM

Oleh: Kang Robert

Seringkali terdengar ditelinga kita,” Anakmu kok di pondoke meh dadi opo/nyambut gawe opo “karena pandangan mereka-mereka hanyalah kehidupan dunia yang fana, ketika kita hidup dipesantren seakan-akan masa depan kita tidak jelas. Sebab tidak ada mencari pekerjaan lewat dunia pesantren, dan penghuninya katrok-katrok  ( jadul ) itulah anggapan mereka.
Sesungguhnya para  THOLABUL ILMI di penjara suci (pesantren) itu masa depanya lebih cerah dan lebih banyak dibutuhkan dari pada mereka orang-orang yang notabenya anak gedongan (sarjana), kalau kita para santri mau berusaha, berjuang untuk berjihad  fikalimatillah. Akan tetapi jarang sekali santri sekarang yang mempunyai pemikiran  sedemikian rupa, padahal santri sendiri sadar kehidupan yang haqiqi adalah akhirat. Dunia itu memang kita butuhkan untuk kekuatan mencapai kehidupan akhirat, akan tetapi sangat fatal bila kita mengejar kehidupan dunia sampai melupakan kehidupan akhirat.
Sebenarnya siapa santri itu ….???? Apakah orang yang hidup dipesantren, adalah orang yang menguasai semua jenis kitb salaf   ? Tidak, Orang yang pernah hidup di pesantren adalah orang yang hidup walaupun hanya dalam hitungan hari atau orang yang selalu memakai peci dan sarung,  wallahu a’lam. Kalau kita pahami , kata santri itu adalah seseorang yang hidup di pesantren yang selalu berpakaian ala santri, mengaji, menaati semua peraturan-peraturan pesantren yang sudah ditetapkan oleh masyaikh. Dan katika sepulang dari pesantren , santri tidak pernah lupa dengan ciri khas ala santrinya, dan ia tidak akan pernah melupakan sosok seseorang yang telah berperan penting dalam ia mendapatkan ilmu  ( guru ) entah dalam keadaan susah maupun senang.
Sesungguhnya mereka bisa beranggapan bahwa santri masa depanya suram, karena santri ketika pulang dari pesantren sudah  lupa kalau dirinya adalah santri. Mereka   ( santri ) tidak mau membuktikan kalau santri lebih bisa menyelami kehidupan dunia tanpa harus mengesampingkan kehidupan yang haqiqi   ( akhirat ). Karena kehidupan dunia dan akhirat sudah tertera dalam  kitab-kitab salaf, maka dari itu mari para  THOLABUL ILMI kita buktikan bahwa santri itu masa depanya lebih cerah dan lebih menonjol dari mereka-mereka yang notabenya anak gedongan.

                          SANTRI   ( Sanggup akan neruskan tuntutan Rasul  illahi )
Read more

ISLAM & TERORISME

Oleh : budi_one dhe
“Islam tidak hanya melarang dengan keras umat islam menjadi teroris, islam juga memastikan bahwa umat islam diciptakan untuk mencapai akhlak yang tinggi, memiliki adab yang baik, dengan menanamkan nilai-nilai kemanusiaan yang mulia, yang bisa mengubah mereka menjadi orang yang mencintai umat manusia dengan tulus tanpa membeda-bedakan perbedaan agama, ras, suku maupun status sosial”.
Islam is peace, seseorang yang mengikuti islam akan menemukan bahwa dirinya dilingkupi ajaran yang luhur yang bertujuan untuk mendirikan perdamaian antara manusia dengan Allah pecinta segala makhluk, antara sesama manusia dan dengan makhluk Allah lainnya, jadi, bagaimana mungkin agama semacam ini dapat berurusan dengan isu-isu terorisme ?? dan apakah arti terorisme ??. beberapa kamus mendevinisikan teroris sebagai orang yang secara sistematis menggunakan kekerasan dan intimidasi untuk mencapai tujuan-tujuan politik atau seseorang yang menguasai atau memaksa pihak lain untuk melakukan sesuatu dengan menggunakan kekerasan, ketakutan dan ancaman.
Devinisi-devinisi tadi tercakup dalam Al-Qur'an dengan dua kata yaitu Fitroh dan Ikroh, di dalam Al Qur'an pada bagian pertama, Allah memulai membicarakan isu terorisme dengan mengajarkan kaum muslim agar jangan pernah menjadi teroris, dua ayat-ayat awal dari keseluruhan menyebutkan “Fitnah itu lebih kejam dari pada pembunuhan”. (Qs:2:217) dan selanjutnya “Tak ada paksaan dalam agama”. (Qs:2:256) dalam artian, tidak ada satupun yang memiliki hak untuk memaksa pihak lain untuk memenuhi tuntutan mereka atau memaksa pihak lain untuk mengikuti cara berfikir mereka.
Allah yang maha kuasa                    memperingatkan orang-orang yang beriman agar        mereka tidak menjauh dariNya, yang merupakan segala sumber segala kebaikan, Allah mengingatkan kita barang siapa menjauh dariNya dan membuang segala kebaikan atau membebaskan diri mereka sendiri dari tata susila, dialah yang pada akhirnya mengambil jalan menteror pihak lain, memaksa mereka agar memenuhi tuntutan. Bukankah orang-orang yang beriman berulang-ulang diperingatkan bahwa mereka akan kehilangan kasih Allah dan rahmatNya bila mereka mulai berlaku di jalan teroris itu. Al Qur'an menyatakan :
“Panggilah kepada jalan Tuhan engkau dengan bijaksana dan nasihat yang baik dan hendaknya bertukar fikiran dengan mereka dengan sebaik-baiknya”. (Qs. Al Nahl: 126)
Jadi jihad yang hanya diperbolehkan oleh islam ialah perang orang teraniaya melawan orang yang menganiaya, berperang untuk melindungi perdamaian semua orang tanpa memandang agama atau kepercayaan. Taktik-taktik semacam bom bunuh diri dan lain sebagainya sebetulnya mutlaq tidak ada dalam kamus orang yang beriman sejati.
KESIMPULAN
Islam menganjurkan tiga langkah untuk melawan terorisme, yaitu:
-Memberikan pendidikan moral yang istimewa kepada semua kaum muslimin, sehingga mereka menjadi orang yang luhur, adil, bermoral baik dan penuh cinta, yang dengannya menjamin bahwa mereka tidak akan pernah mengacaukan kedamaian orang lain.
-Dimanapun kedamaian dikacaukan, mengadakan tukar fikiran dan argumentasi dengan perilaku kejahatan dan berdo'a dengan tulus untuk mereka yang nantinya merubah jalan yang mereka tempuh.
-Jika semua jalan tukar fikiran gagal, kemudian menggabungkan kekuatan dengan semua orang baik, untuk bertempur dengan para pengacau hingga perdamaian dipulihkan, tetapi dengan tetap menjaga ketentuan-ketentuan keadilan.
NB: “LOVE FOR ALL HFRED FOR NONE (Cinta Untuk Semua Tiada Benci Bagi Siapapun).
Dimanapun kedamaian dikacaukan, mengadakan tukar fikiran dan argumentasi dengan perilaku kejahatan dan berdo'a dengan tulus untuk mereka yang nantinya merubah jalan yang mereka tempuh
Jika semua jalan tukar fikiran gagal, kemudian menggabungkan kekuatan dengan semua orang baik, untuk bertempur dengan para pengacau hingga perdamaian dipulihkan, tetapi dengan tetap menjaga ketentuan-ketentuan keadilan.
NB: “LOVE FOR ALL HFRED FOR NONE (Cinta Untuk Semua Tiada Benci Bagi Siapapun)
Memberikan pendidikan moral yang istimewa kepada semua kaum muslimin, sehingga mereka menjadi orang yang luhur, adil, bermoral baik dan penuh cinta, yang dengannya menjamin bahwa mereka tidak akan pernah mengacaukan kedamaian orang lain
Dimanapun kedamaian dikacaukan, mengadakan tukar fikiran dan argumentasi dengan perilaku kejahatan dan berdo'a dengan tulus untuk mereka yang nantinya merubah jalan yang mereka tempuh
Jika semua jalan tukar fikiran gagal, kemudian menggabungkan kekuatan dengan semua orang baik, untuk bertempur dengan para pengacau hingga perdamaian dipulihkan, tetapi dengan tetap menjaga ketentuan-ketentuan keadilan.
NB: “LOVE FOR ALL HFRED FOR NONE (Cinta Untuk Semua Tiada Benci Bagi Siapapun)
Read more

VALENTINE, SEBUAH KECELAKAAN BUDAYA

Oleh : Mas Achmad Nurdin
Kaum muslimin tengah bersiap-siap memasuki kota Makkah, sepuluh ribu tentara, sebagianya tentara berkuda tinggal menunggu perintah saja. Kesibukan menyebar ke hampir seluruh sudut kota Madinah (tua, muda, besar, kecil) tak ada yang ketinggalan larut dalam persiapan menyambut kemenangan besar yang segera tiba di depan mata. Walaupun tidak terucap dalam kata, ungkapan dalam hati kaum Muhajirin dan Anshor mungkin hanyalah “Hari yang dijanjikan itu telah tiba. Kota Makkah akan dibebaskan”.
Menjelang keberangkatan menuju Makkah, Rosulullah SAW berkata kepada pamannya Abbas  “Tawan Abu Sufyan saat pasukan muslimin lewat, agar melihatnya”. Rosullah SAW sengaja tidak memberi tahu sahabat-sahabat Muhajirin dan Anshor tengtang masuk islamnya Abu Sufyan. Kecuali hanya beberapa orang saja. Beberapa orang diantaranya yaitu Abbas. Hal ini bertujuan agar proses pembebasan Makkah berjalan mulus tanpa ada pertumpahan darah. Mental orang-orang Makkah akan mengalami degradasi, sebab pemimpin mereka (seolah-olah) telah tertawan.
Setelah Rosulullah SAW berkata demikian, tak lama kemudian lewatlah serombongan pasukan Anshor lengkap dengan panji-panjinya. Pasukan yang dipimpin oleh pemuka Anshor, Sa’id bin Ubadah itu melintas di depan Abu Sufyan. Sa’id lalu berkata “Hari ini hari pembalasan : Hari ka’bah dibersihkan dari berhala-berhala”. Abu Sufyan terkejut, tapi tetap berusaha tenang, ia berkata “Hari yang paling baik untuk berperang”. Tak berapa lama, Rosulullah SAW tiba, Abu Sufyan mengklarifikasikan ucapan Sa’id kepada beliau. “Apakah engkau memerintahkan mereka memerangi umatmu sendiri”. Rosulullah SAW terheran mendengar pertanyaan Abu Sufyan. “Tidak ….!! Sa’id telah berdusta hari ini adalah kasih sayang (اليوم يوم المرحمة) “. Kata Rosulullah SAW.
Di belahan dunia yang lain, seorang pendeta Nasrani Roma dihukum pancung oleh dewan gereja di dalam Gereja Kebesaran Agung Roma. Pendeta itu dihukum mati karena telah berani menikahkan seorang pendeta dengan kekasihnya. Dewan gereja menganggapnya telah murtad disebabkan perbuatannya itu. Sebab hukum gereja telah menggariskan dalam kitab Bibel, bahwa pendeta atau gembala-gembala Tuhan Yesus tidak boleh menikah.
Saint Valentine, nama pendeta yang nahas itu, sebelum menjalani eksekusi terlebih mendapat siksaan dari dewan Gereja Agung pusat Roma. Hari kematian  Saint Valintine tepat tanggal 14 Februari. Berawal dari sinilah kemudian nama Saint Valentine menjadi bahan renungan dan disukai oleh ahli fikir Roma, hingga akhirnya para pecinta yang mengagung-agungkan keberaniannya sepakat mengabadikan kematiannya sebagai hari kasih sayang. Bahkan menisbatkan Saint Valentine sebagai martis atau syuhada kristiani yang mati syahid karena membela kebenaran. Di Eropa lebih dikenal sebagai  Luperkalia.
Apakah islam mengenal Valentine…? Kalau yang dimaksudkan valentine sebagai hari kasih sayang universal, jawabanya, iya. Kasih sayang antar sesama umat manusia, kasih sayang antar sesama muslim, kasih sayang antara orang tua dengan anaknya, kasih sayang dengan sesama saudara, sebagaimana yang telah diteladankan nabi SAW saat peristiwa fatah al makkah. Tapi kalau kasih sayang yang dimaksud adalah seperti yang dilakukan remaja-remaja dan pemuda-pemuda zaman sekarang pada setiap peringatan hari valentine, tentu saja tidak ada dalam islam. Dan bukankah bagi umat islam lebih baik memperingati hari kasih sayang pada peristiwa fatah al makkah, dari pada memperingati hari kematian seorang pendeta Nasrani.
Read more

KH BISRI MUSTOFA

OLEH : Zabarjud
“SOSOK KYAI JAGO MENULIS”
Sosok yang diwaktu kecilnya bernama Mashadi ini dilahirkan di kampung Sawahan Gg. Palen Rembang Jawa Tengah pada 1915 M dari rahim seorang ibu bernama Chodijah. Ayahnya bernama Djaja Ratiban atau Djojo Mustofa yang setelah menunaikan ibadah haji berganti nama H. Zainal Mustofa.
Bisri Mustofa mempunyai beberapa saudara kandung, yaitu :Salamah (Aminah), Misbach dan Ma,shum. Beliau juga punya saudara tiri. Sebelum menikah dengan Chodijah, H. Zainal Mustofa pernah menikah dengan Dakilah yang menghasilkan dua orang anak, yaitu : H. Zuhdi dan H. Maskanah.
Ketika dinikahi oleh H. Zainal Mustofa, Chodijah juga sebenarnya bukanlah seorang wanita perawan. Sebelumnya, ia pernah menikah dengan Dalimin dan menghasilkan dua orang anak, yaitu Achmad dan Tasmin. Jadi, Bisri Mustofa mempunyai empat saudara tiri. Ayah Bisri Mustofa bukanlah kiai dia hanyalah pedagang sukses yang cukup kaya. Namun karena kedekatannya dengan beberapa kiai telah menjadikannya sosok yang sangat dekat dengan agama.
 AWALNYA , OGAH PESANTREN
Pada 1923 H. Zainal Mustofa meninggal dunia di Jeddah dalam rangka menunaikan ibadah haji. Sejak itulah, tanggung jawab keluarga dibebankan kepada H. Zuhdi, kakak tiri Bisri Mustofa yang paling tua. Saat itu ia masih kecil. Pada awalnya oleh kakaknya ia akan didaftarkan dke HIS (Hollands Inlands School). Tetapi rencana itu digagalkan oleh KH. Cholil Kasingan. Dengan alasan sekolah tersebut milik penjajah dan ditakutkan pikiran dan mental Bisri akan berubah menjadi pikiran dan mental penjajah. Karena itu Bisri Mustofa dimasukkan ke sekolah ongko 2. Selama tiga tahun dia berhasil menamatkan pendidikanya disekolah ini dengan sertifikat.
Pada tahun 1925 M, atas saran kakaknya , H. Zuhdi, Bisri bersama Muslich (Maskub) masuk ke pesantren kajen, pimpinan KH. Chasbullah. Hanya tiga hari ia kerasan di pesantren tersebut dikarenakan Bisri sendiri tidak begitu suka mengaji. Pada tahun 1926 M. Bisri masuk lagi ke dunia pesantren. Kali ini ia masuk belajar di pesantren milik KH. Cholil Kasingan. Lagi-lagi ia tidak betah lama dengan berbagai alasan. Kembali dari pesantren, Bisri menjadi anak pengangguran. Sehari-hari ia banyak bermain dengan teman-teman sekampungnya, hal ini berlangsung selama empat tahun . hingga pada tahun1930 M, is kembalilagi ke pesantren KH. Cholil Kasingan namun sebelum diajar langsung oleh beliau , sengaja dititipkan dahulu di rumah Suja’I, ipar KH. Cholil, entah karena apa bisri merasa betah dengan metode ajaran Suja’I (kala itu diajar Alfiyyah). Kemudian bersama Kh. Cholil ia belajar kitab-kitab fiqh maka itu pengetahuan yang dikuasai oleh Bisri semakin bertambah, mulai itulah ia dihormati oleh teman-temannya karena memiliki kelebihan. Disamping itu sering kali ia juga dijadikan rujukan teman-temannya ketika menemui kemuskilan dalam kitab.
 SERATUS KARYA TULIS
Biasanya, setiap pukul 20.00 habis shlat isya’. KH. Bisri Mustofa sudah duduk di depan meja. Tangan kanan memegang kitab lalu beliau mulai menulis. Pikirannya terfokus pada kertas di depanya. Tak jauh dari tempat duduknya Mustofa Bisri (putranya), selalu meniru kebiasaan ayahmya yaitu menulis namun ia akan mengeluh dan merasa pegal ketika jarum jam tepat berada di 00.00. dia mengakui ternyata bapaknya memang sangat kuat dalam merangkai kata-kata hinga berjam-jam. Demikian gambaran sekilas bagaimana sosok KH. Bisri Mutofa yang sangat getol menulis, sudah ratusan karya beliau berhasil diabadikan melalui tangan kreatif beliau, dalam bentuk artikel, buku, maupun terjemahan. Beragam bahasa pula yang ia gunakan dalam tulisannya (Indonesia, Arab, dan Jawa). Salah satunya yaitu kitab “IBRIS” sebuah karya tafsir dalam tulisan pegon (Jawa)
Read more

NYANTRI UNTUK DUNIA AKHIRAT

Oleh : Oki Bing Romanto
Dunia merupakan ladang yang di dalamnya terdapat kebutuhan manusia yang bisa terpenuhi berupa kenikmatan dan kesenangan. Namun kehidupan ini bersifat fana, sayangnya banyak orang yang terlalaikan olehnya. Dunia ini bagaikan padang rumput yang mampu menghipnotis bagi orang-orang yang melihat karena hijaunya dan sejuta ilalang yang menari-nari di dalamnya. Padahal dikemudian hari akan lenyap, sehingga seakan-akan tak sekalipun pernah terjadi.
Namun mayoritas dikalangan masyarakat era globalisasi ini, berlimpahan orang yang tak menyadari akan itu semua pada akhirnya mereka berlomba-lomba dalam meraih kejemuan dunia ini. Hingga mereka  mengejar  dunia secara  berlebihan dan  melupakan 
yang namanya kehidupan akhirat. Karena mereka menganggap kehidupan hanya di dunia ini. Cara ini tentu tidak dibenarkan dalam islam. Islam mengatakan kedua-duanya (dunia & akhirat) harus sama-sama diperhatikan.
Dalam hadist yang diriwayatkan oleh Ibn al-kasir, dikatakan
ليس بخير كم من ترك دنياه لااخرته ولااخرته لدنياه حتى يصيب منهما جميعا فان الدنيا بلاغ الى الاخرة ولا تكونوا كلا على الناس ( رواه ابن عاساكرعن انس )
“ Bukanlah orang baik diantara kamu yang meninggalkan kepentingan dunia untuk mengejar akhirat atau meninggalkan akhirat untuk mengejar dunia sehingga dapat memadukan keduanya. Sesungguhnya kehidupan dunia menghantarkan kamu menuju akhirat. Janganlah kamu menjadi beban orang lain. ’ 
’(H.R Ibnu Aasakir dari Annas)
Dari hadist tersebut dapat disimpulkan bahwa islam sangat memperhatikan keseimbangan antara kehidupan dunia dan akhirat. Ibadah dalam agama islam tidak hanya sekedar ritualitas ibadah saja , tetapi juga berkaitan tentang kehidupan dunia , dan pola interaksi antara hubungan antara manusia denga sesamanya .
Dalam hadist yang tak asing bagi telinga kita, juga dikatakan
اعمال لدنياك كانك تعيش ابدا واعمال لاخرتك كانك تموت غدا (رواه عاساكر )
Sekarang yang menjadi pertanyaan adalah “ Bagaimana kita bisa menggapai kebahagiaan dunia dan akhirat itu secara seimbang? ”.
Mungkin jawaban akan pertanyaan tersebut kita flashback pada Hadist Rosul yaitu :
من اراد الدنيا فعليه بالعلم ومن اراد الاخرة فعليه بلعلم ومن ارادهما فعليهما بالعلم
Secara tersurat, hadist tersebut mengatakan bahwa kebahagiaan dunia dan akhirat bisa dicapai dengan ilmu. Bahkan dikatakan oleh Imam Zarnuji dalam muqodimah kitab karangannya (Ta’lim Muta’alim) yang berupa pujian kepada Allah yang telah mengutamakan bani Adam dengan ilmu. Ini berarti menandakan bahwa kedudukan ilmu memang sangat berperan dalam kehidupan manusia. Firman Allah SWT Al-Mujadalah yang artinya “ Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang memiliki ilmu”.
Disini akan tibul lagi pertanyaan “ilmu yang seperti apa yang akan membawa dalam kebaikan dunia serta akhirat tersebut?”
Mungkin jawabannya mengacu pada hadist Rosul yang sangat populer yaitu :
من يرد الله به خيرا يفقهه فى الدين
“Barang siapa yang dikehendaki oleh Allah pada kebaikan, maka akan diberi kepahaman didalam masalah agama”
  Jika demikian, bahwa ilmu agama yang akan membawa dalam kebaikan tersebut, maka kita tidak lepas dari yang namanya dunia pesantren. Karena realitanya pesantren adalah tempat dimana ilmu agama banyak dikaji. Dan tentunya mengenai pengkajian ilmu di pesantren tidak perlu diragukan lagi.
Namun, melihat kondisi zaman modern ini, masyarakat menilai bahwa pesantren merupakan tempat yang kuno dan jadul, mereka menganggap pesantren hanyalah untuk membuang anak-anaknya yang tidak bisa diatur oleh orang tuanya sendiri. Bahkan juga mengatakan “Mondok ki, yo paling dadi modin”.(hahahahahahaha) Hal ini tentu sangat bertolak belakang jika kita mengacu pada hadist-hadist di atas.
Untuk itu kita sebagai orang islam yang paham akan hukum - hukum ,  juga   mengharapkan   kebahagiaan   dunia   serta 

  “Bahkan dikatakan oleh Imam Zarnuji dalam muqodimah kitab karangannya (Ta’lim Muta’alim) yang berupa pujian kepada Allah yang telah mengutamakan bani Adam dengan ilmu. Ini berarti menandakan bahwa kedudukan ilmu memang sangat berperan dalam kehidupan manusia”.

akhirat tadi, tentu kita harus akui bahwa pesantrenlah salah satu jalannya.
Jangan kita anggap kaum sarungan (santri) yang setiap hari mengkaji ilmu agama tadi sangat rendah kedudukannya. Jika mengacu pada uraian sebelumnya, mungkin tak salah jika lewat pesantren (mondok), kita bisa meraih kebahagiaan dunia dan akhirat.
Read more

ALL ABOUT NISA'

Oleh : Kakang Loetpie
Wanita sebelum datangnya islam, tepatnya pada masa jahilliyah secara khusus di kalangan bangsa Arab dan secara umum di hampir seluruh belahan dunia, sama sekali tidak memiliki kehormatan, kalaupun ada hanya sedikit sekali. Misalnya, yang dilakukan oleh suku Robiah dan Mudlar mereka membunuh perempuan demi harga diri, atau kebiasaan Bangsa arab yang di sebutkan Allah Taa’la dalam  surat Al An’am
Yang artinya : “  Dan demikianlah pemimpin – pemimpin mereka menjadikan orang – orang musrik itu menganggap baik membunuh anak – anak mereka untuk membinasakan mereka dan untuk menguburkan mereka bagi agama mereka. Dan kalau Allah menghendaki, niscaya tidak mengerjakannya, tinggalkanlah mereka dan apa – apa yang mereka ada – adakan.”
Firman Allah diatas menunujukan gambaran sebagian dari perlakuan mereka terhadap wanita, mereka menguburkan bayi – bayi perempuan karena dianggap Aib atau karena hanya takut miskin.
Keadaan ini juga hampir terjadi di semua lapisan dunia pada masa itu,  wanita pada masa Yahudi, Parsi, Romawi kuno,  di India ataupun Tionghoa, misalnya wanita pada masa romawi kuno dianggap hamba laki – laki dan sebagai dagangan murah yang dapat digunakan sesuai kehendak. Kepemilikan wanita sama dengan hewan atau b enda mati,  wanita hanya sebatas milik ayahnya, suaminya, bahkan selanjutnya anaknya. Bahkan aturan yang dieluarkan Anggota Tribunal Romawi melarang wanita memiliki emas lebih, dan memekai baju warna – warni hingga menaiki kereta sejauh satu batu di Roma, kecuali adanya perayaan. Di india, seperti yang disebutkan dalam hukum Manu yang dianggap sebagai sebagian dari Hukum Hindu, bahwasanya pada masa kecil wanita harus tunduk pada ayahnya, pada masa mudanya harus tunduk pada suaminya dan pada masa jandanya harus tunduk pada anaknya, bahkan ketia dia tidak mempunyai anak atau saudara, ia harus tunduk pada sanak kerabat suaminya dan tidak boleh mengurus dirinya sendiri.
 Setalah datangnya islam, Nabi Muhammad Saw. Menempatkan seluruh umat manusia pada kesetaraan dan kesederajatan yang mebedakannya hanyalah kadar ketaqwaan, tidak terkecuali kaum wanita yang pada masa Jahiliyah menjadi objek pemuaasan kepentingan. Islam menempatkan wanita dalam posisi yang amat mulia. Islam memandang wanita lewat kesadaran terhadap tabi’at hakikat risalahnya serta pemahaman terhadap konsekuensi logis dari spesial kodrat yang dianugrahkan Allah Taa’la kepadanya.
Ajaran islam tidak bermaksud mengekang, membatasi dan menempatkan wanita pada posisi yang tidak wajar sebagaimana pandangan kaum Feminis. Akan tetapi islam memberikan kesempatan yang sama untuk siapapun yang ingin berpartisipasi untuk mengembangkan dan memakmurkan dunia, tidak ada batasan bagi pemeluk islam untuk membawa kemaslahatan. Oleh karenanya wanita mempunyai peran an yang sangat penting tetapi sesuai dengan bingkai yang telah diatur oleh agama islam. Asalkan peran tersebut tidak bertentangan dengan kodratnya sebagi wanita dalam susunan biologis dan nilai psikologi yang tidak sama dengan laki – laki. Sehingga dalam berbagai kesempatan Nabi Muhammad Saw. Selalu menyampaikan Nasehat –nasehat khusus bagi kaum wanita bahkan Nabi juga berwasiat khusus tentang wanita dalam khutbah beliau di Arafah dalam haji Wada’.
Sekarang bila kita lihat begitu intensnya membahas tentang wacana  emansipasi wanita dan  kesetaraan Gender. Hal ini tentunya menjadi respon dari ajaran agama islam yang dianggap mengekang kesempatan wanita berkarya dan mengekpresikan diri. Hasilnya bisa kita lihat begitu banyaknya terjadi kasus pelecehan seksual, kekerasan dalam rumah tangga ataupun kasus – kasus HAM lainnya inilah hasil dari emansipasi wanita yang tidak sesuai pada porsinya. Bahkan yang lebih parah wanita pada era sekarang menuntut kesetaraan gender tang berimbas pada pemutar balikan peran laki – laki dan wanita khususnya dalam keluarga dan dalam bidang – bidang lain. Wanita menjadi wanita menjadi tulang punggung keluarga dan laki – laki menjadi pengasuh anak merupakan hal yang biasa kita temui dalam masyarakat sekarang . hasilnya kawin- cerai, KDRT dan lebih jauh berimbas pada anak. Anak tidak mendapatkan kasih sayang ibu yang secara psikologi lebih mampu berinteraksi pada anak dalam keseharian, pendidikan anak terutama tentang Ahlak masih banyak lagi.
  Inilah gambaran tentang wanita dari tiga era, dari mulai masa Pra – islam, masa islam sampai masa sekarang, yang kesemuanya jelas memiliki kontradiksi tersendiri,  yang jelas membuktikan bahwa islam tidak membeda – bedakan objek ajarannya akan tetapi disesuaikan dengan kodrat dan fungsi penciptaanya.
Read more

RAHASIA DI BALIK KATA MALU ( AL HAYAA’)

Oleh : Gesit Budi Argo
Pembaca yang di muliakan oleh Allah, kata “ Malu” dalam bahasa arab adalah  الحياء  ( Al haya’ ) kata ini merupakan derivat dari kata  الحياة(  Al hayyah ) yang artinya adalah “ kehidupan”. Selain   الحياء(  Al hayya’) contoh derivat lain kata  الحياة adalah حيا (  Hayaa ) yang artinya  “hujan“ . apa kaitan antara hujan dan kehidupan ??? kaitanyya adalah bahwa hujan merupakan sumber kehidupan bagi bumi, tanaman, dan hewan ternak bahkan manusia.
Dalam bahasa arab  الحياة(  Al Hayaah ) “  Kehidupan “ mencakup kehidupan dunia dan akhirat. Lalu, kembali ke pokok bahasan utama, apa kaitan  الحياءAl hayaa’ (  malu ) dengan  الحياة AlHayaah ( kehidupan ) ???
Jawabannya adalah karena orang yang tidak memiliki rasa malu, ia seperti mayat didunia ini, dan ia benar – benar akan celaka di akhirat.
Orang yang tidak memiliki rasa malu, tidak merasa risih ketika bermaksiat. Ketika ia menontonkan lekuk tubuhnya, memamerkan keseksiannya, dan memamerkan aurotnya, ia tidak merasa bahwa itu adalah perbuatan yang “ MENJIJIKKAN”.
Ketika ia beduaan dengan lawan jenis atau istilah trennya dengan sang – Pacar yang bukan mahromnya ditengan keramaian, ia tidak peduli dengan tatapan heran manusia.
Ketika ia melanggar setiap larangan Allahh, ia anggap sebagai rutinitas, seolah –olah dia tidak merasa dirinya  “HINA”.
Benar !!! ia seperti mayat, ya !!! apapun yang terjdi disekitar mayat, tidak akan dapat mendatangkan manfaat baginya.
Maka, benarlah perkataan Ibnu Qayyim, yang artinya “ diantara dampak maksiat adalah menghilangkan malu yang merupakan sumber kehidupan hati dan inti dari segala kebaikan, hilangnya rasa malu berarti hilangnya seluruh kebaikan.”
Ini sebagaimana sabda Nabi :
 الحياء خير كله
 “ Rasa malu seluruhnya adalah kebaikan”. (Sahih Muslim¨:87 )
Oleh karena itu, seseorang yang bermaksiat dan terus – menerus melakukannya dikatakan sebagai seorang yang tidak tahu malu.
Nabi bersabda :
  “ Sesungguhnya termasuk yang pertama diketahui manusia dari ucapan kenabian adalah “ jika kamu tidak malu, berbuatlah sesukamu!!!”. (shahih Bukhori : 5769)
Dalam menjelaskan Hadist diatas, Ibnu Qoyyim berkata, “ Maksudnya, dosa – dosa akan melemahkan rasa malu seorang hamba, bahkan bisa mnghilangkannya secara keseluruhan, akibatnya pelakunya tidak lagi terpengaruh atau merasa risih saat banyak orang mengetahuo kondisi dan perilakunya yang buruk, lebih parah lagi banyak diantara mereka yang menceritakan keburukannya. Semua ini di sebabkan hilangnya rasa malu, jika seseorang sudah sampai pada kondisi tersebut, tidak dapat diharapkan lagi kebaikannya”.
( Musykil).
Akhirnya saya akhiri artikel ini dengan kutipan lagi perkataan Ibnu Qayyim :
 الله تعلى من معصيته لم يستح الله من و من استحي من الله عند معصيته استحي الله من عقوبته يوم يلقاه و من لم يستح من عقوبته
 “ Barang siapa malu terhadap Allah saat mendurhakai-Nya, niscaya Allah akan malu menghukumnya pada hari pertemuan dengan- Nya, demikian pula, barang siapa tidak malu mendurhakai Nya niscaya Dia (Allah) tidak  malu untuk menghukumnya”.
 CAMKAN…!!!
Referensi : Kitab  الدأ و الدوأ karya Ibnu Qayyim Al Jauziyyah
 Mas Pogkel_@ymail.com
Read more

PERISTIWA SAQIFAH

OLEH : ZABARJUD
Setelah wafatnya Rosulluah Saw. Umat islam dilanda kesedihan yang mendalam, namun dibalik kesedihan tersebut, umat islam diliputi oleh sebuah tanda tanya besar mengeni siap sosok yang pantas untuk menggantikan peran Rosulluah, baik dari sahabat Anshor, maupun Muhajirin sama- sama mengklaim diri sebagai klan yang pantas untuk memilih kholifah pengganti Rosulluah.
Hingga puncaknya terjadi pertemuan di kalangan sahabat Anshor yang dilakukan di Saqifah, Bani Sa’idah. Mereka hendak membai’at Sa’ad Bin Ubadah sebagai kholifah pengganti Rosulluah, Abu bakar, yang mengetahui hal tersebut, maka ia segera menyusul sahabat Anshor bersama Umar Bin khottob dan Abu Ubadah Ibnu Jarroh. Bukan karena ingin mengambil kholifah untuk dirinya, melainkan untuk mencegah fitnah dari golongan, ada yang mengatakan ‘ ’kholifah milik Anshor’’ dan ada pula yang mengtakan  “kholifah milik Muhajirin”.
Suasana di Saqifah semakin memanas dengan masing – masing golongan mengeleuarkan argumen untuk mendukung pilihannya. Bahkan ada dari sekelompok sahabat Anshor yang menyerukan orang –orang Anshor untuk mengambil jabatan kholifah dengan jalan kekeraasan. Ada sahabat Muhajirin yang mengeraskan suaranya, mereka menetang keinginan sekelompok Anshor. Bisa dikatakan, para sahabat kehilangan sebagian besar dari kesadaran mereka karena kematian Rosulluah SAW.  menyibukkan diri pada urusan Kholifah, padahal mereka masih berada dalam suasana kedukaan.
Suasana menjadi sedikit meredup ketika Abu bakar  memulai pembicaraannya, abu bakar berpendapat bahwa yang lebih mengutamakan sahabat Muhajirin sabagai kholifah, bukan dari beliau dari golongan Muhajirin, melainkan karena hijrah menempatkan kaum muhajirin sebagai golongan pendahulu yang masuk islam, beliau berdasar pada firman Allah Ta’ala :
والسابقون الأولون من المهاجرىن و الأنصار
 ‘’ Dan orang –orang yang terdahulu dan permulaan dari kaum muhajirin dan Anshor.’’ (QS. Ath Thaubah : 100)
Kemudian, ia lebih mengutamakan kaum Muhajirin dalam khilafah, juga karena orang-orang Anshor telah menginginkan suatu hal yang menurut kebisaan Rosulluah Saw. Tidak memberikannya pada siapa yang memintanya. Apalagi berhubungan denga Al wilayah (kepemimpinan). Abu bakar teringat hari dimana Al Abbas, paman Nabi, meminta kepada Nabi Saw. Untuk mengangkatnya sebagai pemimpin, maka Nabi  Saw. Menjawab seraya berkata :
انا والله لا نولى هذا الأمر أحدا ىسأله او أحدا ىحرص علىه
 “ Sesungguhnya aku, demi Allah, tidak memberikan urusan ini kepada seseorang yang memintanya atau seseoran g yang menginginkannya.”
Hal itu di sebabkan karena tanggung – jawab pemerintahan adalah hutang bukan pemberian, pengorbanan bukan penyucian.sehingga apabila seseorang enginginkannya berarti ia tidak menghargai tanggung – jawab yang harus dipikulnya, kemudian abu bakar memgang tangan sahabat Umar bin khottob dan Abu ubaidah Ibnu Jarrah dan berkata pada seua orang yang hadir :
 “ Aku rela dengan salah satu dari kedua orang ini, umar dan abu ubaidah.”
Tangan gemetar,   Umar seakan – akan kejatuhan bara yang menyala. Abu Ubaidah memejamkan kedua matanya yang menangis dengan rasa malu yang sangat. Maka berteriaklah Umar :
والله لأن أقدم فيضرب عنقي في غير اثم أحب الي من أن أؤمر على قوم فىهم أبو بكر
 “ Demi Allah aku lebigh suka dibawa kedepan lalu ditebas leherku tanpa dosa, daripada diangkat, sebagai pemimpin suatu kaum dimana terdapat Abu Bakar’’
Kemudian , umar memegang dan mengangkat tangan kanan Abu Bakar, dan membai’atnya sebagai  kholifah , kemudian diikuti pemuka – pemuka Anshor  untuk mengikuti Umar mebaiat Abu bakar. Seakan –  akan mereka mendapat panggilan dari langit
Read more

MAU Dapat Komisi tiap Hari Dengan Sangat Mudah, Cuma Dengan Input Email valid, Anda Bisa Menghasilkan 50.000 Hingga 150.000 Tiap Hari Cara kerja sangat Mudah, Tanpa Resiko Dan Pasti Dapat Komisi bahkan Untuk Pemula Sekalipun.
Silahkan Inputkan Email valid anda Di bawah Ini untuk Melanjutkan Ke HALAMAN UTAMA